Mensos Saifullah Yusuf di Wisuda UINSA ke-114: Gelar Sarjana Adalah Privilege dan Tanggung Jawab Sosial

Wisuda UINSA ke-114 | Dokumentasi Arrisalah

Arrisalah— Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Wisuda ke-114 bagi 637 wisudawan pada hari Sabtu (09-09-2026) di Sport Center UINSA Ahmad Yani Kampus 1. Prosesi yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dihadiri Rektor UINSA, jajaran dekanat, dosen, orang tua/wali wisudawan, serta Menteri Sosial Republik Indonesia, H. Saifullah Yusuf.

Wisuda kali ini menghadirkan konsep baru berupa pembacaan Syiir UINSA yang dipimpin langsung oleh Rektor UINSA, Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. Kehadiran Menteri Sosial RI juga menjadi bagian dari rangkaian acara melalui orasi ilmiah bertajuk “Membangun Peradaban Kesejahteraan Ilmu, Keadilan Sosial, dan Generasi Indonesia Emas 2045”.

Sebanyak 637 wisudawan kali ini berasal dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK), serta Pascasarjana. Dari jumlah tersebut, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menjadi fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak, yakni 154 wisudawan.

Salah satu panitia divisi acara, Abdullah Rofiq Mas’ud, S.K., M.M., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rundown yang telah disusun. Menurutnya, pelaksanaan wisuda yang diikuti ratusan peserta tahun ini dapat berlangsung efisien dalam satu hari.

“Acara berlangsung sangat lancar dan sesuai dengan rundown kegiatan yang telah direncanakan,” ujarnya di sela kegiatan.

Pada Wisuda ke-114 ini, Izaz Vito Adyuta, S.H., dari Program Studi Perbandingan Madzhab FSH, terpilih sebagai wisudawan terbaik. Vito membagikan pengalamannya dalam menyelesaikan tahap akhir pengerjaan skripsi secara intensif dalam 3 minggu.

“Kuncinya konsistensi. Minimal sehari harus mengetik walaupun hanya satu paragraf. Selain itu, penting memperbanyak relasi dan mempelajari ilmu dari dosen dengan maksimal,” pungkasnya.

Pada puncak acara, Menteri Sosial RI, H. Saifullah Yusuf mengingatkan para wisudawan bahwa gelar sarjana merupakan privilege yang harus diiringi tanggung jawab sosial.

“Banyak di luar sana yang harus mengubur mimpi kuliah karena ekonomi. Bersyukurlah atas dukungan orang tua, namun buktikan rasa syukur itu dengan menjadi solusi di masyarakat,” tegasnya.

Saifullah Yusuf juga menekankan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia dan nilai keagamaan. Ia turut menyampaikan empat pesan kepada para wisudawan, yakni pentingnya akses pendidikan bagi kelompok prasejahtera, peran sarjana sebagai agen perubahan, pendidikan sebagai jalan memutus rantai kemiskinan, serta pentingnya daya tahan dan konsistensi.

Setelah orasi ilmiah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Sosial Republik Indonesia dan UIN Sunan Ampel Surabaya tentang sinergi penyelenggaraan kesejahteraan sosial dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Prosesi Wisuda ke-114 berakhir pada pukul 11.40 WIB dan ditutup dengan harapan agar lulusan UINSA mampu menjadi generasi yang berintegritas serta berkontribusi bagi masyarakat.(fildza, aula kamilia) 

Editor: Izza

0 Komentar