Berani Tidak Disukai: Psikologi Adlerian dalam membangun kepercayaan diri

 

“Kalau engkau tidak menjalani hidup demi dirimu sendiri lantas siapa yang akan menjalaninya demi dirimu? engkau hanya bisa menjalani hidupmu sendiri.”
Judul: Berani Tidak Disukai
Penulis: Ichiro Kishimi & Fumitake Koga 
Penerbit: Gramedia pustaka utama 
Tahun terbit: 2019 (Edisi terjemahan Indonesia) Jumlah halaman: ± 296 halaman
ISBN: 9786020633213

Buku berani tidak disukai atau The Courage to Be Disliked karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga adalah sebuah buku psikologi populer asal Jepang yang menjelaskan tentang teori psikologi Adler. Adler dengan nama lengkap Alfred Adler adalah seorang psikolog dan doktor asal Austria, lahir tahun 1870 dan wafat tahun 1937. Ia dikenal sebagai pendiri psikologi individual (Individual Psychology), sebuah aliran psikologi yang menekankan pentingnya rasa inferioritas (perasaan kurang) dan usaha manusia untuk mengatasinya. 

Buku ini menggunakan gaya bentuk dialog antara seorang filsuf dan seorang pemuda yang pemuda tersebut merasa bingung akan hidupnya sehingga dia bertanya kepada filsuf tersebut untuk menemukan jawaban dari kebingungannya tentang bagaimana cara hidup bebas dari penilaian orang lain dan Tulisan ini mengulas gagasan utama buku berani tidak di sukai.

Pertama-tama kenapa saya mengulas buku ini?, karena saya rasa bahwa di zaman yang serba modern ini masalah psikologi yang kadang kala sering dihadapi oleh manusia khususnya kaum-kaum muda adalah tentang bagaimana sih cara hidup bebas tanpa menghiraukan penilaian orang lain tentang kita?, dan dalam buku ini kita akan mengetahui jawaban dari permasalahan tersebut karena buku ini sangat relevan untuk kehidupan modern yang serat tekanan sosial.

Dalam pembahasan pertama seorang pemuda tersebut bertanya kepada sang filsuf tentang apakah dunia adalah tempat yang sederhana termasuk persoalan-persoalan yang ada di dalamnya juga, kemudian sang filsuf menjawab bahwa sesungguhnya dunia dan kehidupan itu sederhana tergantung bagaimana kita memandangnya dan bagaimana cara kita memaknai dunia secara subjektif dan bukan objektif maka dunia akan terlihat sederhana. Masalah utamanya bukanlah dunia yang rumit, melainkan cara pandang kita yang membuatnya tampak demikian. 

Pembahasan selanjutnya adalah tentang manusia bisa berubah, dalam hal ini seorang pemuda tersebut menyatakan bahwa manusia tidak bisa berubah karena adanya kejadian di masa lalu ataupun trauma yang dimilikinya, namun sang filsuf yang menganut teori Adler mengatakan bahwa manusia bisa berubah tidak ada hubungannya dengan kejadian di masa lalu ataupun trauma yang dimilikinya seperti contoh ketika seseorang ingin bisa berbicara di depan orang banyak di suatu forum tapi orang tersebut memiliki rasa malu dan trauma akan hal itu kemudian seseorang tersebut beralasan bahwa rasa malu tersebut adalah penyebab dia tidak bisa berbicara di depan umum dan tidak bisa berubah.

Sebenarnya dalam kasus ini dengan adanya rasa malu yang dia miliki, seseorang tersebut menjadikannya alasan yang dia ciptakan sendiri untuk tidak berubah maka dari itu keberanian di sini sangat diperlukan untuk sebuah perubahan. Adler mengatakan bukanlah dengan apa seseorang dilahirkan namun bagaimana dia memanfaatkannya. 

Poin selanjutnya adalah tentang bagaiman cara hidup tanpa mencari pengakuan orang lain. Dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwasanya banyak manusia yang menjalani kehidupan tidak demi dirinya, maksudnya adalah seseorang tersebut ketika melakukan tindakan ataupun suatu kegiatan itu terkadang banyak yang masih memperhatikan pandangan orang lain terhadapnya, seseorang tersebut secara tidak langsung akan berpikir bahwa apakah tindakan yang saya lakukan ini mendapatkan respon buruk oleh orang lain dan apakah tindakan yang saya lakukan dapat membuat orang lain benci kepada saya, nah pemikirin seperti itulah yang harus kita singkirkan dari otak kita karena jika kita selalu memikirkan pandangan orang lain terhadap kita maka kita selamanya tidak akan berubah.

Intinya lakukan apa yang menurutmu benar walaupun salah di mata orang lain karena yang menjalani hidupmu adalah dirimu sendiri bukan orang lain dan jangan hidup demi memenuhi ekspektasi orang lain terhadapmu karena tokoh utama dalam kehidupanmu adalah dirimu sendiri bukan orang lain dan disitulah kalian akan mengetahui arti dari kebebasan sejati. 

Selanjutnya kita akan membahas tentang arti kebahagian menurut teori psikologi Adler. Menurut Adler arti kebahagiaan adalah perasaan sosial lebih tepatnya perasaan berkontribusi maksudnya adalah ketika seseorang benar-benar memiliki perasaan sosial dan bisa menyadari bahwa dirinya berkontribusi dan berguna bagi orang lain tanpa memerlukan hasrat ingin diakui oleh orang lain. Sebenarnya konsep kebahagiaan menurut Adler itu sangat sederhana hanya tentang penerimaan terhadap diri sendiri, ketika sesorang masih memiliki hasrat ingin diakui orang lain maka seseorang tersebut belum memiliki perasaan sosial dan belum memahami tentang penerimaan diri.

Sebenarnya hasrat ingin diakui adalah suatu cara untuk merasa bahwa dirinya telah berguna atau telah berkontribusi bagi orang lain tetapi jika kita masih merasa seperti itu maka kita belum memiliki perasaan sosial terhadap diri kita sendiri bahwa diri kita sudah berguna bagi orang lain dan keberanian diri untuk menerima diri apa adanya.

“Manusia hanya bisa sungguh-sungguh menyadari nilai dirinya ketika dia bisa merasakan bahwa ‘aku berguna bagi seseorang/orang lain” 

Kesimpulan 

Dunia adalah tempat yang sederhana tergantung bagaimana kita memaknainya dan memandang dunia tersebut, kemudian Manusia bisa berubah tidak ada kaitannya dengan trauma yang ia miliki di masa lalu ataupun kejadian yang menimpanya di masa lalu dan poin penting selanjutnya adalah cara menjalani hidup tanpa ingin memenuhi ekspetasi orang lain,keberanian untuk tidak disukai dan menghiraukan omongan buruk orang lain terhadap kita dan yang terakhir adalah tentang kebahagiaan yang menurut Adler adalah perasaan berkontribusi atau perasaan bisa berguna bagi orang lain yang intinya juga menyangkut tentang penerimaan terhadap diri sendiri dan perasaan sosial. 

Kelebihan dan Kekurangan
 
Kelebihan buku ini terletak pada gaya penyampaian dialogis yang membuat gagasan psikologi yang kompleks menjadi mudah du fahami oleh orang awam dengan penggunaan bahasa yang sederhana dan reflektif serta aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. 

Kekurangan dari buku ini ialah dari sebagian pembaca pendekatan adlerian yang menekankan tanggung jawab individu atau bisa disebut individualitas yang terasa kurang memberi ruang terhadap struktur sosial yang mempengaruhj kehidupan orang lain, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang mana mereka saling membutuhkan.

Penutup

Keberanian untuk tidak disukai bukanlah suatu sifat yang egois melainkan keberanian untuk hidup autentik dan buku ini mengingatkan bahwa jalan menuju kebahagiaan bukan dengan menyenangkan semua orang melainkan dengan berdamai dengan diri sendiri.


Oleh: Muhammad Taufan Afifudin
Editor: Raka

0 Komentar