PBAK UINSA Hari Pertama: Jas Almamater Belum Dibagikan, Sambutan Wakil Rektor Diwarnai Kericuhan Mahasiswa Baru

 

Day 1 PBAK UINSA | Dokumentasi Arrisalah

Arrisalah— Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Sport Center Kampus 1 A. Yani pada Selasa (11/8/2026).

Rangkaian acara dimulai pada pukul 09.15 WIB dengan sambutan pembukaan oleh Prof Dr. H. Suyitno, M.Ag. Plt. Rektor UINSA secara daring. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne UINSA, serta Sholawat UINSA yang dipimpin oleh tim paduan suara dan diikuti oleh seluruh peserta PBAK.saat dilanjutkan sesi pembukaaan oleh warek  sempat memanas saat sambutan pembukaan Prof.Dr.Abdul Muhid,M.Si. Plt. Wakil Rektor membuka sesi secara resmi. Kondisi seketika tidak kondusif dan ricuh ketika mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) mempelopori untuk menyanyikan chant serta membentangkan koreografi berisi tuntutan kepada pihak rektorat.yang di ikuti kericuhan dari fakultas lainnya. Adanya kericuhan tersebut membuat suasana di dalam gedung menjadi tidak kondusif sehingga jalannya sambutan terganggu. 

Setelah kondisi kembali kondusif, agenda PBAK  dilanjutkan dengan ice breaking, pengenalan media sosial resmi UINSA, pengenalan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), serta pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama sebelum ISHOMA diisi oleh penampilan dan pengenalan dari UPTQ, UDC, IQMA, LPM Solidaritas, Riset Ilmiah, serta UKM Bela Diri. Sementara itu, sesi kedua setelah ISHOMA dilanjutkan oleh PSM, UKPI Pramuka, UKOR, MENWA, Inovasi Teknologi, MAPALSA, dan UKSB.

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut mahasiswa baru , para mahasiswa baru (maba) dari berbagai fakultas tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu mahasiswa baru yang ditemui tim Ar-Risalah menyampaikan rasa senangnya dapat mengikuti PBAK. Saah satu maba fakultas syariah dan hukum memberikan tanggapannya juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia mahasiswa yang dinilainya berani menyuarakan hak-hak maba khususnya terkait kejelasan jas almamater yang hingga kini belum dibagikan. “  respect sih kak, ke mahasiswa karena sudah berani melawan gitu” Ujar Baskara. 

Menanggapi belum adanya kepastian terkait pembagian jas almamater bagi mahasiswa baru kita mendapat kesempatan untuk mewawancarai wakil presiden mahasiswa uinsa fadlulrahman fazle purwardana mengenai kejelasan almamater " kita juga belum tahu, soalnya hal itu juga berurusan dengan birokrasi rektorat. Hal itupun jugaa sudah kami upayakan dan disandingkan ke atas namun masih belum ada tanggapan lebih lanjut.”

Menanggapi keluhan tersebut, dosen penanggung jawab PBAK dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Dr.Mahir, M.Fil.l. memberikan penjelasannya saat diwawancarai. Beliau mengungkapkan bahwa keterlambatan pembagian jas almamater disebabkan oleh kendala pada proses pengadaan.

"Perihal jas ini adalah kegagalan tender, dan pihak ketiga tidak menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya. Sehingga, belum dapat dipastikan sampai kapan jas almamater ini bisa dibagikan kepada mahasiswa baru," ujar Pak Mahir.

Pbak hari pertama berakhir pada jam 16.30 wib Seluruh mahasiswa diimbau untuk mengosongkan gedung Sport Center dan segera keluar dari area kampus.(Aulia, Aula) 

Editor: Adi

0 Komentar