![]() |
| Aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat UINSA, Dokumentasi Arrisalah |
Arrisalah— Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat pada Rabu (16/9/2026). Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.50 WIB tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak rektorat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan kepada pihak rektorat, yakni:
- Copot secara tidak hormat atau mundur secara pribadi dari Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya;
- Mendesak Pimpinan UIN Sunan Ampel Surabaya untuk memberikan pernyataan publik terkait PPID yang baru terbentuk pada tahun 2025, Terhitung selama 3 tahun UINSA menghianati mandatori UU NO. 14 TAHUN 2008 Tentang Keterbukaan informasi publik yang mengindikasikan adanya dugaan korupsi;
- Usut Tuntas kasus Kopertais yang melibatkan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Sebagai Tersangka;
- Menuntut Klarifikasi dan tenggat waktu atas terlambatnya pembagian buku, KTM dan jas almameter mahasiswa baru;
- Menuntut pertanggung jawaban atas penerimaan mahasiswa baru yang terlalu banyak sehingga berdampak pada keterbatasan fasilitas di kampus;
- Hapus kebijakan jam malam yang tidak pro terhadap kebutuhan non-akademik mahasiswa;
- Menuntut pertanggungjawaban atas kebijkan penentuan UKT mahasiswa baru yang tidak pro mahasiswa menengah kebawah;
- Hapus mekanisme peminjaman tempat yang dipersulit.
Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UINSA, Imron Rosyadi, menyampaikan demonstrasi yang dilakukan merupakan bagian dari penyampaian aspirasi sivitas akademika. Ia menilai demonstrasi mahasiswa merupakan hal yang sah dilakukan sebab mahasiswa memiliki idealisme untuk menyuarakan persoalan kepemimpinan kampus.
"Mahasiswa masih berpikir jernih dan masih idealis," ujarnya.
Imron juga menyoroti tuntutan ketiga mengenai kasus Kopertais yang menyebut Rektor UINSA sebagai tersangka. Menurutnya, perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan di Kejaksaan Negeri.
Aksi dilanjutkan dengan orasi sejumlah mahasiswa secara bergantian. Suasana aksi sempat memanas setelah mahasiswa membakar banner ucapan selamat atas pelantikan Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. sebagai Rektor UINSA yang terpasang di sekitar Gedung Rektorat.
![]() |
| Suasana aksi di depan Rektorat UINSA, Dokumentasi Arrisalah |
Ketua SEMA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Afif Ilmi Amani, dalam orasinya mengutip pemikiran Mohammad Hatta mengenai perlawanan terhadap kekuasaan yang otoriter. Ia mengatakan kekuasaan yang bersifat diktator tidak dapat dihadapi dengan sikap pasif.
Wakil Ketua DEMA UINSA, Fadlurahman Fazle Purwadana, mempertanyakan keterbukaan informasi publik di lingkungan kampus. Ia mengaku menemukan sejumlah dokumen pada laman PPID yang menurutnya belum memenuhi prinsip keterbukaan informasi.
"Bisa kalian cek sendiri di website PPID. Ada salah satu file dan salah satu berkas yang ditulis 200 halaman, namun hanya cover-nya saja," ujarnya.
Fadlurahman juga mempertanyakan pengelolaan informasi PPID selama beberapa tahun terakhir. Ia menyebut terdapat dugaan korupsi dan manipulasi data keuangan, tetapi belum merinci bukti yang mendasari pernyataan tersebut.
Selain itu, Fadlurahman menyoroti informasi mengenai vendor jas almamater mahasiswa. Ia mempertanyakan keterbukaan informasi terkait vendor, proses pemilihan, hingga pihak yang memenangkan tender. Menurutnya, informasi tersebut seharusnya tersedia melalui PPID apabila termasuk dalam informasi yang wajib dibuka kepada publik.
“Vendornya siapa? Yang memenangkan tender siapa? Harusnya ada semua di PPID itu,” katanya.
Fadlurahman juga mengaku telah mengajukan permohonan informasi melalui PPID. Namun, hingga Rabu (16/9/2026), ia mengatakan belum menerima tindak lanjut atas permohonan tersebut. Ia menyebut memiliki tangkapan layar sebagai bukti pengajuan.
Massa aksi menyatakan akan melayangkan surat keberatan kepada Kementerian Agama dalam beberapa hari ke depan, yang dalam isinya memuat tuntutan agar Kementerian Agama meninjau kembali pengangkatan Prof. Akh. Muzakki sebagai Rektor UINSA.
Fadlurahman mengatakan aksi lanjutan juga akan digelar apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons dari Prof. Muzakki. Ia menyebut massa berencana menyegel Gedung Rektorat UINSA dan mengerahkan massa dalam jumlah lebih besar.
Pada saat aksi berlangsung, Prof. Muzakki tidak berada di Gedung Rektorat. Pihak rektorat menginformasikan bahwa Rektor sedang berada di luar kota. Mahasiswa kemudian tetap melanjutkan aksi dengan orasi yang dilakukan secara bergantian.
Reporter: Taufan & Kholili
Editor: Izzah & Adi


0 Komentar