Dari 24 Mosi dan 5 Proses Penulisan Esai, LDC Sabet Dua Trophy - LPM ARRISALAH

Dari 24 Mosi dan 5 Proses Penulisan Esai, LDC Sabet Dua Trophy

Share This
(Doc. Istimewa)

Minggu (3/9), Law Debate Community (LDC) kembali mengharumkan nama UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan meraih juara dalam Lomba Debat Hukum dan Essay Competition pada Trunojoyo Law Fair (TRULAF) 2019 yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (BEM UTM). TRULAF merupakan agenda pertama yang diadakan oleh BEM UTM dengan skala Jawa Timur.

Pada kompetisi yang digelar pada Jumat (1/9), kampus-kampus ternama di Jawa Timur mengirimkan perwakilannya, di antaranya UNESA, UNEJ, IAIN Madura, UPN dan kampus besar di Jawa Timur. Tak mau kalah, LDC juga hadir untuk mengirimkan perwakilannya dan berlaga dalam kompetisi tersebut. Dalam lomba Debat Hukum diwakili oleh Hendrik Kurniawan (Mahasiswa Hukum Tata Negara semester 3), Khosnol Khotimah (Mahasiswa Hukum Keluarga semester 5), Novita Damayanti (Mahasiswa Hukum Tata Negara semester 5) yang menyabet juara 2 dan pada ajang Essay Competition diwakili oleh Helga Nurmila Sari (Mahasiswa Hukum Tata Negara semester 5) telah menyabet juara 2.

Perolehan tersebut sejatinya melalui proses yang panjang. Mereka membedah mosi setiap hari bahkan terkadang sampai rela bermalam di kampus untuk berlatih. Kesulitan dari tim debat yakni proses penyusunan mosi sebanyak 12 mosi dan harus menempati posisi pro dan kontra, total mosi berjumlah 24 harus dikerjakan dan dibedah dengan cepat.

“Pertama, menentukan topik menarik yang harus disesuaikan dengan tema. Kedua, mengejar waktu yang terbatas. Karena waktu itu jarak antara tahu ada lomba esai dan batas akhir pendaftaran hanya 2 hari. Ketiga, ada format penulisan yang harus dipenuhi, apalagi masalah pengutipan. Jadi, harus belajar dari awal. Keempat, karena esainya dipresentasikan, makanya harus bisa mempertahankan gagasan dan paham betul. Tidak hanya materi tentang esai yang ditulis tapi juga materi2 lain yang berkaitan. Kelima, penilaian paling besar dalam esai itu adalah proposal solusi. Ini yang paling menjadi tantangan, karena kita dituntut untuk mampu membuat solusi dari setiap permasalahan yang kita angkat dan solusinya harus logis dan strategis,” pungkas Helga.

Tentunya atas pencapaian ini, ada dorongan dan motivasi yang terus mengalir dari berbagai pihak baik dari pembina, alumni LDC maupun fakultas. Selamat berprestasi, semoga LDC mampu mencetak mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum yang dapat membanggakan nama UINSA. (Ima)


Reporter: Khosnol Khotimah
Penulis: Khosnol Khotimah
Editor: Nisrina Imtiyaz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages